Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) berkolaborasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten, menggelar pelatihan bagi calon pekerja migran agar berdaya saing global melalui Program SMK Go Global 2026.
Rektor Untirta Fatah Sulaiman, di Serang, Banten, Rabu, mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali calon pekerja migran tidak hanya dengan keterampilan teknis, tetapi juga kompetensi bahasa, kesiapan mental, dan karakter yang kuat sebelum memasuki pasar kerja internasional.
"Untirta siap mendidik para calon pekerja migran dengan karakter, semangat nasionalisme yang tinggi, dan tambahan penguatan karakter Jawara, yakni Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, dan Akuntabel," kata Fatah usai membuka pelatihan di Laboratorium Terpadu Untirta, Kampus Sindangsari, Kabupaten Serang.
Untuk menunjang keberhasilan program tersebut, Untirta memfasilitasi peserta dengan berbagai sarana pembelajaran yang memadai. Fasilitas itu meliputi sarana simulasi proses produksi, pengelasan konvensional dan digital, mesin CNC, teknologi cetak tiga dimensi (3D), hingga fasilitas penguatan bahasa asing yang didampingi instruktur ahli.
Sementara itu, Kepala BP3MI Banten Ponco Indriyo, mengapresiasi sinergi lintas sektor tersebut. Menurutnya, Program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk menyiapkan hingga 500 ribu tenaga kerja terampil secara bertahap.
"Pada 2026, target nasional ditetapkan sebanyak 40 ribu peserta, sementara Provinsi Banten memperoleh target 1.720 peserta. Pada gelombang pertama di Untirta ini, sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan sebagai penguatan kompetensi sebelum berangkat ke luar negeri," ungkap Ponco.
Ia berharap para peserta dapat menyerap seluruh ilmu dan memanfaatkan fasilitas yang diberikan dengan sebaik-baiknya sebagai bekal utama beradaptasi di negara penempatan.
"Jangan hanya menjadi tenaga kerja yang siap bekerja, tetapi jadilah tenaga kerja Indonesia yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global," ujarnya.
.jpg)
Komentar0