Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bersama Krakatau Steel menyelenggarakan kegiatan “Krakatau Steel Goes to Campus” bertajuk “Logistics (Un)locked: Seni Menggerakkan Bangsa” di Grand Auditorium Kampus Untirta Sindangsari, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FEB Untirta tersebut dikemas dalam bentuk kuliah umum dan sharing session untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai dunia logistik, industri, serta peran strategis generasi muda dalam mendukung kemajuan bangsa. Hadir dalam acara Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, ST., MT., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof. Dr. Tubagus Ismail, SE, MM, Ak, CA, CMA., para wakil Dekan dan Jajaran, serta hadirkan Narasumber dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Dr. Akbar Djohan selaku President Director.
Fatah Sulaiman selaku Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan PT Krakatau Steel, pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, para guru besar, serta mahasiswa FEB Untirta yang hadir dalam kegiatan “Krakatau Steel Goes to Campus” bertajuk “Logistics (Un)locked: Seni Menggerakkan Bangsa”.
Fatah Sulaiman menekankan pentingnya kesempatan mendapatkan wawasan dan pengalaman dari Dr. Akbar, seorang profesional dan pakar logistik yang memiliki pengalaman di perusahaan swasta maupun BUMN.
Mahasiswa diharapkan menyimak pengalaman tersebut sebagai bekal untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia unggul serta calon teknokrat Indonesia menuju 2045. Beliau juga mengingatkan mahasiswa untuk terus menjaga karakter “jawara” yang menjunjung nilai jujur, adil, wibawa, amanah, religius, dan akuntabel.”tuturnya.
Akbar Djohan selaku Presiden Direktur Krakatau Steel sekaligus Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) dalam orasi Ilmiahnya menjelaskan bahwa logistik memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi penggerak utama perekonomian nasional.
Beliau menekankan bahwa harga suatu produk tidak hanya mencerminkan keuntungan, tetapi juga mencakup berbagai komponen supply chain, seperti bahan baku, produksi, inventori, transportasi, promosi, dan pajak, sehingga konsep “ongkir gratis” pada dasarnya merupakan pengalihan biaya dalam ekosistem logistik.
Tingginya biaya logistik nasional dapat berdampak pada harga barang dan daya beli masyarakat, sehingga pemerintah terus mendorong efisiensi melalui perbaikan layanan kepelabuhanan, energi, dan berbagai aspek rantai pasok.
Akbar Djohan Juga menyampaikan bahwa biaya logistik Indonesia yang sebelumnya sekitar 23% dari PDB telah menurun menjadi sekitar 14,2%, menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan meskipun masih perlu terus ditingkatkan.”paparnya.

Komentar0