TSA7TpO9TSMpGpWpBSW6TSY5GA==

Ketua DPRD Banten Dukung Penuh Penulisan Buku Syaikh Nawawi al-Bantani

Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim ketika diskusi dengan penulis Buku biografi geneologi keilmuan Syaikh Nawawi Al-Bantani, Kamis 10 September 2026.

Buku ini dirancang untuk membedah mata rantai keilmuan sang maha guru serta kontribusinya dalam meletakkan pondasi peradaban Islam Nusantara dan pembentukan karakter manusia Indonesia.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Fahmi Hakim menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif penyusunan buku biografi dan genealogi keilmuan Syaikh Nawawi al-Bantani bertajuk "Abah Santri Nusantara". 

Dukungan tersebut ditegaskan langsung Fahmi dalam pertemuan audiensi bersama tim penyusun buku Kamis, 10 September 2026.

Dalam pertemuan tersebut membahas urgensi penguatan literasi sejarah dan genealogi pemikiran Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani, ulama agung kelahiran Tanara, Banten, yang bergelar Sayyid Ulama al-Hijaz. 

Buku ini dirancang untuk membedah mata rantai keilmuan sang maha guru serta kontribusinya dalam meletakkan pondasi peradaban Islam Nusantara dan pembentukan karakter manusia Indonesia.

​Fahmi Hakim menegaskan bahwa penulisan karya komprehensif ini merupakan momentum penting untuk mengangkat kembali nama besar Syaikh Nawawi di kancah nasional hingga panggung internasional secara lebih masif dan terstruktur. 

Menurutnya, ketokohan Syaikh Nawawi tidak hanya diakui di jazirah Arab melalui karya-karya kitab kuningnya yang lintas disiplin, melainkan juga memiliki sumbangsih fundamental dalam proses perjalanan menuju kemerdekaan bangsa Indonesia.

​"Syaikh Nawawi al-Bantani bukan hanya milik Tanara atau Banten semata, melainkan guru peradaban dunia. Melalui jalur pendidikan dan transmisi sanad keilmuan di Makkah, beliau mendidik para ulama perintis dan pendiri organisasi pergerakan Islam di Tanah Air. Dari rahim pemikiran dan pendidikan beliaulah lahir benih-benih kedaulatan moral serta semangat kemandirian umat yang menjadi pilar perlawanan terhadap kolonialisme hingga mengantarkan Indonesia merdeka," ujar Fahmi Hakim.

​Lebih lanjut, politisi Partai Golkar ini menyampaikan bahwa proyek penulisan buku ini harus menjadi sarana rekonstruksi dan revitalisasi pemikiran luhur Syaikh Nawawi. Mengenalkan kembali ajaran tasawuf amali, moderasi beragama (wasathiyyah), serta keteguhan budi pekerti beliau sangat krusial bagi generasi muda di tengah arus disrupsi global saat ini.

​Bagi masyarakat dan pemerintah daerah di Banten, warisan Syaikh Nawawi menurut Fahmi harus menjadi kompas moral dan pengingat berharga (self-reminder) dalam merumuskan arah pembangunan daerah ke depan.

​"Ini adalah pengingat sekaligus pesan mendalam bagi kita semua, wong Banten. Membangun Banten tidak boleh hanya bertumpu pada kemajuan fisik atau infrastruktur semata, tetapi harus berakar kuat pada nilai-nilai integritas, moralitas keagamaan, dan akhlak luhur sebagaimana yang telah dicontohkan Syaikh Nawawi. Peradaban yang beliau bangun harus menjadi ruh pembangunan Banten yang maju, berdaya saing, dan berkarakter," tegas Fahmi.

​Fahmi Hakim memastikan bahwa DPRD Provinsi Banten siap mengawal dan memberikan dukungan konkret, baik dari sisi regulasi pemajuan kebudayaan, penguatan ekosistem pesantren, hingga pemasyarakatan khazanah literasi keulamaan Banten. Ia berharap hadirnya buku ini dapat memperkuat argumentasi sejarah untuk menempatkan Syaikh Nawawi al-Bantani sebagai simbol keteladanan paripurna santri di tingkat nasional. ***

Type above and press Enter to search.