![]() |
| Mahasiswa Universitas Pamulang Serang Kelas Karyawan Jruusan Ilmu Pemerintahan foto bersama dosen Bahasa Inggris usai perkuliaha. |
Relasi antara dosen dengan mahasiswa sesungguhnya adalah "teman diskusi" sehingga suasana perkuliahan akan lebih dinamis dan memicu mahasiswa ikut berpikir dan memberikan persepsi yang berbeda dengan tetap pada kerangka berpikir ilmiah.
Metode pengajaran inilah yang dijalankan di kampus-kampus dunia sehingga para mahasiswa tidak sekedar menjadi pendengar pasif, melainkan menjadi peserta belajar yang pro aktif. Inilah yang mungkin sedang dijalankan di Universitas Pamulang Serang, dimana para mahasiswa diajak ikut berpikir tentang tema atau pembahasan yang sedang diajarkan dosen.
Dan secara pribadi saya setuju dengan metode pembelajaran perkuliah seperti ini, karena level mahasiswa memang bukan sekedar menjadi pendengar pasif melainkan harus diajak berpikir dengan acuan teori yang sedang dibahas dalam perkuliahan.
Cara ini selain memicu dinamika diskusi dalam kelas juga menjadi salah satu ciri kampus modern, dimana mahasiswa ditempatkan bukan sebagai objek melainkan subjek untuk menjadi teman diskusi. Peran dosen lebih kepada mengatur jalur diskusi agar tidak keluar dari tema pembahasan sehingga bisa mendapatkan sari pati pembahasan mata kuliah.
Apalagi kalau mahasiswanya adalah kelas karyawan yang dipersepsikan memiliki cara berpikir yang berbeda dengan mahasiswa reguler. Ada kematangan berpikir, ada kedewasaan bersikap dan ada daya kritis yang compatible dengan realitas sosial yang terjadi untuk dianalaisa setajam mungkin.
Dalam dunia pendidikan ini dikenal dengan sistem andragogi atau pengajaran orang dewasa. Dan sepertinya sistem ini lebih compatible dengan kelas karyawan yang notebene mereka adalah orang-orang "dewasa" sehingga bisa diajak diskusi tema pembahasan mata kuliah.
Sekedar berbagi pengalaman, dulu ketika kuliah di Universitas Mercu Buana Jakarta. Dosen saya hanya sekedar mendengarkan diskusi dan pembahasan mahasiswa. Misalkan, dalam satu mata kuliah ada 14 tema maka kelas tersebut dibagi menjadi 14 dan satu kelompok nanti maju untuk presentasi pembahasan per tema.
Dalam presentasi mahasiswa lain boleh memberikan pandangan atau analisa tetapi tidak lepas dari tema pembahasan mata kuliah. Suasana pun menjadi lebih hidup dan dinamis serta para mahasiswa lebih mudah dan cepat mendapatkan inti sari dari tema yang dibahas.
Metode pembelajaran orang dewasa menjadi sesuatu yang sejatinya dilakukan mengingat informasi sekarang dengan teknologi luar biasa bisa didapatkan dengan mudah. Artinya, kalau pengajarannya seperti masa SMA maka mahasiswa tidak terpacu untuk berpikir sementara level mahasiswa sejatinya adalah berpikir untuk menganalisa teori dari para ahli.
Karnoto
